Rabu, 17 Juli 2013

Suara Jiwa Yang Sepi

Filled under:

Cahaya sang mentari pagi memancar masuk memberi kekuatan semangat dan pengharapan jiwaku..
Jiwaku bangun bersama penghidupan sang mentari dan ku mencoba menyatakannya dan kubagikan kepada jiwa yang kedinginan dan memiliki seidikit semangat dan pengharpan..

Cahya Surga ini menerangi jiwaku dan kemudian ku menyimpannya dengan semua cahaya dan pengharapan ku simpan di jendela hati untuk bisa saling menerangi jiwa asing yang melalui jalan kegelapan..
Aku mengumpulkan ini karena aku hidup dalam diri kegelapan dan aku tidak ingin semua orang merasakan betapa dinginnya kehidupan disini, dan apabila takdir mengikat semua pengharpan dan semngat tangan dan jiwaku ini maka kematian menjadi pengharpanku yang terakhir, karena aku tidak ingin jiwa-jiwa yang indah dan lembut masuk kedalam kedinginan dan kegelapan, dan apa bila aku tidak bisa menerangi kesedihan aku juga menolak untuk mendapat pencerahan..

Kedinginanjiwa ini bagaikan prahara, namun aku mencoba mendesah memanjatkan doa dan mengobarkan setiap pengharpan membangunkan jiwa yang tertidur lelap karena aku mengerti tidak selamanya badai kesakitan ini terus bergejolak sementara doa dan pengharpan adalah jalan menuju sang pemilik hidup yang abadi..

Jiwaku yang selama ini hidup dalam kegelapan dan hal keduniawian, namun aku takan diam dalam tabir ini aku terus berjalan merangkak untuk memeluk lilin cinta dan keberkahan sehingga ia akan menerangiku dan memberikan penghatan dalam setiap kedinginan dan keputus asaan jiwa ini..
Hal-hal kehidupan ini kadang memberikan kesakitan dan pelajaran cinta yang memberikan peghidupan kebahagiaan dan membangunkan luka..

Manusia akan lemah ketika mendapatkan penghiantan cinta dan kegelapan yang sedikit mnyelimuti terasa begitu membelenggu dan dunia seakan tidak ada pengharpan dan semangat.. 

Padahal di balik setiap kesakitan dan cinta yang menyakitinya itu karena dia tidak mengetahui sebuah cinta dan kesakitan adalah satu kesatuan yang bisa menjadi kekuatan yang besar dalam jiwa mereka, pemikiran yang sempit pada jiwa dan kebijakan yang tidak memadai itu mereka tidak berhak membagi cinta dan kesakitan adalah sebuah siksa dan menyalahkan sang pencipta..

Mereka menumbuhkan dan menyatukan setiap penderitaan dan kesakitan cinta untuk menghancurkan istana kebijakan jiwa untuk mendirikan kuil kegelapan duniawi, ku berdiri mendengar sura pengharapan jiwa ini " cinta dan kesakitan adalah satu kesatuan yang memberi banyak arti dalam kehidupan, dan jiwa yang sepi harus menerima untuk mendapatkan pencerahan dan kedamaian" derita dan ketidak tauan membimbing kita pada kebijakan dan pengharpan membuat semua menjadi lebih berarti karena sang pencipta tidak menciptakan segala hal itu sia-sia di bawah senandung sinar mentari..

0 komentar:

Posting Komentar