Kamis, 11 April 2013

Cinta Tawa Dan Airmata Part 2 (Maafkan Aku, Kasih)

Filled under:

Ini Lanjutan dari posting Cinta tawa dan airmata Part 1 Langsung aja Smoga suka :

Maafkan Aku, Kasih
    Kenapa kau terdiam dan meneteskan airmata cantik?
Apakah karena sikap dan kesalahanku?
Aitmatamu Mengalir tajam dan masuk kedalam luka ini, karena kau tidak mengerti alasanmu menangis. Sampai kapan kau terdiam dan bersedih?
daku tak paham apa yang hendak kau sampaikan aku hanya tau kata-kata manusia untuk menerjemahkan cahaya di balik gelap. Semua kesedihanmu dan kesakitanmu harusnya aku tau karena aku ingin menjadi malaikat pelindungmu yang abadi.
    Pandangi aku, bidadariku.
    Aku menikmati setiap kebersamaan ini karena cinta dan kelembutanmu. coba kau rasakan juga bagai mana aku tak bahagia setiap ku melangkah aku selalu di selimuti senyumanmu, saat ku salah kau selalu menegurku dengan kelembutanmu, semua kau pancarkan dengan penuh kasih dan kehangatan sangsurya.
    Hatiku selalu kau agungkan dan kau berikan kehangatan. Namun mengapa saat ini aku merasakan kedingingan karena diamu dan kesedihanmu. Kelembutanmu adalah temanku, namun kini berperang memberikan kedinginan.Masa mudaku adalah harpan dan tekadku dan kau selalu memberikan semangat dalam setiap langahku, namun kini penggerakku terasa mati. mengapa bidadariku kau hanya terdiam dan menangis? 
aku telah memberikan kesenanganku dan kasihku hanya untuk mendapatkan kembali hal yang dulu kau berikan dan kini telah pergi. berkatalah padaku jangan hanya diam sebutkan kesalahanku supaya aku bisa meperbaikinya. apakah aku harus memanggil kematian suapya kau mengungkapkan semua kesalahanku.
    Maafkan Aku, Kasihku.
    Kau selalu ada memberikan kelembutanmu dalam jiwaku sehingga aku terbiasa meminumnya. kau dan cinta adalah kekuatan yang memberiku keteguhan. dan aku dalah kelemahan yang yang tak mampu berdiri dari kesalahan tanpa kelembutanmu.
     Akankah kita berhenti berjuang dengan cinta dan berhenti karena kesalahanku?
     Maafkan aku, bidadariku?
     Kau terlalu berharga untuk ku lepaskan karena kelemahanku tak mampu jadi kuat tanpa sosokmu. aku takmampu beridiri tanpa gengamanMu. mengapa kau remas sayapku yang sudah hampir terbang. ulurkan tanganmu jgn hanya diam dan menagis kobarkan semangatku kembali.
     Maafkan aku, kasihku.
   Kau selalu memberikan kelembutanmu padaku, namun kini kau hanya terdiam tak mau memberikan penjelasan dari semua kesalhanku dan kau menutup semua pengaharapanku. kau keindahan hidup dalam cahaya. dan aku kelemahan dalam pengharapan yang terikat dalam kegelapan.
     Kelembutanmu berakhir bersama kediaman, dan aku dalam kesakitan yang berusaha merangkak keluar. namun tubuh ini menderita dengan kehidupan sementara dalam kehidupan. kau hanya diam tanpa memberiku pencerahan.  

Demikian Posting kali ini mudah-han temen-temen suka. untuk melanjutkan ke cerita berikutnya ntarya ane lagi cari ilham dlu heheh tunggu aja cerita berikutya 
Cinta tawa dan airmata Part 3

0 komentar:

Posting Komentar